Blogger Jateng

Diduga Polisi akan usut kasus pembakaran kantor pusat perlindungan pelestarian Alam (PPA)




Tuntas Lambar 
- Polisi melakukan penyelidikan menyusul terjadinya kebakaran di kantor Pusat Perlindungan dan Pelestarian Alam (PPA) Suoh TNBS Resort pada Senin sore (3
maret 2024).

Setidaknya ada empat warga yang diwawancarai sebagai saksi.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadila Asutik mengatakan, proses penyidikan terkait kebakaran kantor TNBS-PPA di Suow Resort masih dilakukan untuk memastikan apakah ada dugaan provokasi.

“Proses penyidikan masih berjalan hingga saat ini dan empat orang saksi sedang diperiksa.

Apakah kejadian kemarin itu provokasi atau gerakan spontan masyarakat pada Selasa (13 Maret 2024), saya masih belum tahu.

Pak Kai mengatakan bahwa setelah kejadian tersebut, situasi di tempat kejadian berangsur membaik.

Petugas diperingatkan untuk mengharapkan tindakan lebih lanjut.

Menariknya, nyatanya beberapa anggota Polres Lampung Barat masih berada di lokasi kejadian.

“Kondisi secara keseluruhan sudah membaik dan warga dapat beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Menurut Badan Perlindungan Peninggalan (PPA), sebelumnya diberitakan ratusan warga Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat, membakar Cagar Alam Suoh TNBS Resort.

Hal ini diakibatkan adanya serangan baru terhadap warga yang dilakukan oleh seekor harimau sumatera yang sebelumnya telah menewaskan dua warga.

Warga menilai pihak Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) tidak serius dalam melakukan operasi penangkapan tersebut sehingga kembali menyerang masyarakat.

Posting Komentar untuk "Diduga Polisi akan usut kasus pembakaran kantor pusat perlindungan pelestarian Alam (PPA)"